Translate

Minggu, 20 Mei 2012

MAKALAH UJI GLUKOSA


"Semoga makalah ini bisa membantu teman-teman semua dalam mengerjakan tugas ya... "

BAB I
PENDAHULUAN
1.1            Latar Belakang
glukosa, suatu gula monosakarida adalah salah satu karbohidrat terpenting yang digunakan sebagai sumber tenaga bagi hewa dan tumbuhan. Glukosa merupakan salah satu hasil utama fotosintesis dan awal bagi respirasi.
Glukosa merupakan sumber tenaga yang terdapat dimana-mana dalam biologi. Kita dapat menduga alasan mengapa glukosa, dan bukan monosakarida lain seperti fruktosa, begitu banyak digunakan. Glukosa dapat dibentuk dari formaldehida dalam keadaan abiotik sehingga mudah tersedia bagi sistem biokimia primitif.  Rendahnya glikosilasi ini dikarenakan glukosa yang kebanyakan berada dalam isomer siklik yang kurang relatif. Meski begitu komplikasi akut seperti diabetes, kebutaan, gagal ginjal, dan kerusakan saraf periferal, kemungkinan disebabkan oleh glikosilasi protein.
1.2              Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan pemeriksaan glukosa urine ?
2.      Berapa jumlah normal urine dan apa saja yang termasuk pemeriksaan urine ?
3.      Bagaimana cara kerja pemeriksaan glukosa urine ?

1.3              Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian dari pemeriksaan glukosa.
2.      Untuk mengetahui jumlah normal urine dan jenis-jenis pemeriksaan urine.
3.      Untuk mengetahui cara kerja dari pemeriksaan urine.


BAB 2
PEMBAHASAN

2.1              Pengertian
Tes glukosa urine adalah pemeriksaan pada sampel urine untuk mengetahui ada tidaknya glukosa pada urine.  Pemeriksaan ini termasuk penyaringan dalam urinalisis.
Glukosa mempunyai sifat mereduksi. Ion cupri direduksi menjadi cupro dan mengendap dalam bentuk merah bata. Semua larutan sakar yang mempunyai gugusan aldehid atau keton bebas akan memberikan reaksi positif. Na sitrat dan Na karbonat (basa yang tidak begitu kuat) berguna untuk mencegah pengendapan Cu++ . Sukrosa memberikan reaksi negative karena tidak mempunyai gugusan aktif (aldehid/ke ton bebas).
Glukosa dalam urin ditentukan dengan reaksi reduksi menggunakan reagen Benedict (terbaik), Fehling dan Nylander. Cara lainnya adalah menggunakan carik celup.
Reaksi benedict sensitive karena larutan sakar dalam jumlah sedikit menyebabkan perubahan warna dari seluruh larutan, sedikit menyebabkan perubahan warna dari seluruh larutan, hingga praktis lebih mudah mengenalnya. Hanya terlihat sedikit endapan pada dasar tabung.  Uji benedict lebih peka karena benedict dapat dipakai untuk menafsir kadar glukosa secara kasar, karena dengan berbagai kadar glukosa memberikan warna yang berlainan.

2.2              Tujuan
Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya glukosa dalam urine dan untuk mengetahui penyakit Diabetes Melitus pada ibu hamil.

2.3              Jumlah Urine dan pemeriksaan fisis
ü  Bayi                             :   30  -  500  ml
ü  Anak ( 1-14 th )          :  500 – 1400 ml
ü  Dewasa                       :  600 – 1600 ml
ü  Anuria                         :   ≤ 100  ml
ü  Oliguria                       :   100 – 600  ml
ü  Poliuria                        :   > 1600 ml
Pemeriksaan Fisis :  
a.      Jumlah
b.      Bau
c.       Buih
d.      Warna
e.       Kejernihan
f.       Berat jenis.

2.4              Cara pemeriksaan
  Cara benedict
 
Alat dan Bahan
Alat :
1.      Tabung reaksi
2.      Penjepit tabung reaksi
3.      Rak tabung
4.      Pipet tetes
5.      Corong
6.      Pipet volume
7.      Lampu spiritus/ Bunsen
8.      Beker glass



Bahan :
1.      5 cc larutan benedict
2.      Urine patologis

Cara Kerja
1.      Siapkan alat dan bahan.
2.       Masukkan larutan benedict ke dalam  tabung reaksi sebanyak 5 cc.
3.       Campurkan urin patologis 5 – 8 tetes ke dalam tabung yang telah berisi benedict.
4.       Panaskan tabung di atas spritus/Bunsen dan sambil dikocok perlahan sampai mendidih.
5.       Dinginkan dan amati terjadi perubahan warna atau tidak.

Cara menilai hasil :
  Negatif (-)         : Tetap biru atau sedikit kehijau-hijauan
  Positif (+)          : Hijau kekuning-kuningan dan keruh (0,5-1% glukosa)
  Positif (++)        : Kuning keruh (1-1,5% glukosa)
  Positif (+++)     : Jingga atau warna lumpur keruh (2-3,5% glukosa)
  Positif (++++)   : Merah keruh ( > dari 3,5 % glukosa)
Perhatian   : membaca hasil harus segera setelah diangkat dan dikocok bila dibiarkan lebih lama hasilnya akan lebih positif.

Contoh hasil pengujian :
Keterangan : glukosa dan fruktosa memiliki sifat pereduksi sehingga warna benedict berubah. Sedangkan sukrosa tidak memperlihatkan perubahan berarti, karena tidak mempunyai pereduksi. Pada gambar diatas sudah menunjukkan +4 karena berwarna merah bata.







BAB 3
PENUTUP
3.1       Kesimpulan
                        Pemeriksaan pada sampel urine untuk mengetahui ada tidaknya glukosa pada urine. Pada pemeriksaan sangat dibutuhkan pada ibu hamil, karena pada pemeriksaan ini kita dapat mengetahui resti pada ibu hamil, yaitu DM. Pada hasil pemeriksaan yang mengandung Glukosa dan fruktosa maka memiliki sifat pereduksi sehingga warna benedict berubah. Sedangkan sukrosa tidak memperlihatkan perubahan berarti, karena tidak mempunyai pereduksi.


DAFTAR PUSTAKA

Pusdiknakes, 2001. Buku 2 Asuhan Antenatal

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar